Header Ads

test

Mengenal Sloof, Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

 

Bagi penggiat arsitektur atau teknik pembangunan sloof tentunya sudah banyak diketahui Mengenal Sloof, Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

Mengenal Sloof, Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

Bagi penggiat arsitektur atau teknik pembangunan sloof tentunya sudah banyak diketahui. Namun, bagi Anda mungkin sloof masih terdengar aneh di telinga. Umumnya sloof adalah salah satu struktur dalam bangunan. Berikut penjelasan lanjutan terkait definisi, fungsi, dan jenis-jenis sloof dalam bangunan.

Sloof adalah: Definisi

Sloof merupakan struktur horizontal pada bangunan yang diletakan di atas pondasi utama. Panjang dan diameter sloof bergantung pada jenis bangunan. Namun umumnya, sloof dibuat tidak lebih besar dari pondasi yang telah dibuat.

Bentuknya sengaja dibuat memanjang untuk menyesuaikan beban bangunan di bagian bawah permukaannya. Umumnya, sloof dibangun atas campuran beton dan material batu bata. Adapun material lain seperti semen dan batu kali.

Fungsi Struktur Sloof

Bila ada pondasi mengapa harus ditambah sloof? Ternyata sloof memiliki peran yang cukup berpengaruh pada konstruksi bangunan secara keseluruhan. Bila sloof tidak ada, bisa jadi bangunan tidak akan berdiri kokoh karena tidak ada penyanggah. Lalu apa fungsi sloof?

1.     Mengikat Dinding, Pondasi, dan Kolom

Sloof adalah struktur yang mengikat dinding dan seluruh bagian pondasi bangunan. Karenanya sloof memiliki fungsi untuk mengikat 3 bagian dalam konstruksi sekaligus, yakni dinding, pondasi, dan kolom bangunan.

Ketika ketiganya terikat, maka akan berdiri suatu bangunan yang bersifat permanen dan saling mengikat. Cara kerja yang sederhana dari bagian pilar timbun ini, ternyata sangat berdampak pada kokohnya selimut bangun ruang hingga konstruksi atap bangunan.


 2.     Menahan Beban di Atas Pondasi

Sloof juga berfungsi untuk menahan beban di atas pondasi. Bayangkan bagaimana cepat hancurnya pondasi bila langsung ditimpa oleh struktur dinding yang tebal dan tinggi. Untungnya sloof hadir sebagai penahan beban di atas pondasi.

Sloof berfungsi menahan dan menyebarkan beban konstruksi atas pondasi agar tidak bertumpu pada satu sisi saja. Cara kerja ini ampuh menopang total beban bandunan dan menjaganya agar tetap berdiri stabil, walaupun beban terus ditambah hingga kapasitas maksimal.


 3.     Meredam Getar Bangunan

Fungsi selanjutnya yaitu meredam getar yang diterima bangunan. Tidak hanya pondasi ternyata sloof juga berperan sebagai peredam getaran yang diterima bangunan. Cara sistem ini yakni cepat menyerap getaran atau mengarahkannya ke tempat lain.

Konstruksi sloof yang baik dengan perpaduan pondasi yang baik pula, dapat meredam getaran oleh gempa. Karenanya jenis sloof dikembangkan hingga beberapa jenis untuk dimanfaatkan menyesuaikan dengan ketahanan kondisi tertentu.

 

4.     Memberi Nilai Estetik pada Konsep Rumah Panggung

Terakhir, sloof dapat memberi nilai estetik pada konsep rumah panggung yang permukaan bangunannya diangkat ke atas. Sloof yang didesain sedemikian rupa dengan material yang menyembul bisa menambah kesan artistic pada bangunan.

Material dasar berupa batu atau bata selain berfungsi menahan beban struktur atas bangunan juga dapat menambah kesan suatu bangunan. Bahkan permukaan sloof bisa diukir atau dibentuk. Ketahanan pada bangunan dapat terlihat dari material yang timbul keluar bagian sloof.

Jenis-Jenis Sloof

Setidaknya terdapat dua jenis sloof yang banyak digunakan pada konstruksi bangunan di Indonesia. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kontur tanah terlebih dengan material yang tersedia. Berikut pemaparan singkat kedua jenisnya:

·         Sloof Bertulang

Jenis pertama yakni sloof bertulang, dimana sloof jenis ini banyak menggunakan material batu kali. Konstruksi dengan batu kali masih banyak digunakan pada sistem pembangunan di Indonesia, terutama pembangunan rumah.

Pemakaian batu kali selain lebih murah diyakini lebih cepat mengisi ruang dalam sela-sela sloof, karena batu bisa dipecah tanpa mengurangi kepadatan material dasar. Namun, sloof jenis ini membutuhkan teknik pemecahan batu yang tepat.

 

·         Sloof Rollag

Selanjutnya, sloof jenis rollag yang menggunakan bahan dasar batu bata. Peletakannya dilakukan secara horizontal dan menghadap ke pinggir. Berbeda dengan peletakan bata pada dinding, yang biasanya dibiarkan permukaan luasnya menghadap ke atas.

Sloof rollag lebih banyak digunakan pada konstruksi bangunan yang lebih besar. Dipadukan dengan beton sloof jenis ini, maka ia akan banyak menopang konstruksi ruko hingga rumah dengan skala besar. Bahkan gedung tertentu masih menggunakan sloof jenis ini.

Pada intinya sloof adalah bagian konstruksi di atas pondasi yang berguna untuk mengikat bagian bangungan. Tidak terlalu sulit untuk memahami bagian konstruksi satu ini. Bagi Anda yang hendak membangun rumah sendiri bisa memilih jenis sloof mana yang sekiranya cocok dengan kontur tanah.

Tidak ada komentar