Jenis Pondasi yang Cocok untuk Pembangunan Rumah dengan Konsep Minimalis
Jenis Pondasi yang Cocok untuk Pembangunan Rumah dengan Konsep Minimalis
Rumah dengan konsep minimalis kian digemari. Alasannya beragam, mulai dari desainnya yang sederhana hingga pemanfaatan ruang dan lahan yang maksimal. Tentunya ada hal penting yang harus diperhatikan sebelum membangun rumah konsep ini, yakni pondasi rumah minimalis.
Pondasi jadi hal penting yang harus diperhitungkan. Bila tidak, maka bisa jadi bangunan akan cepat hancur. Pemilihan pondasi juga bisa menentukan kerapian bangunan nantinya. Banyak jenis pondasi rumah yang bisa Anda sesuaikan.
Jenis Pondasi Rumah Minimalis
Setidaknya terdapat 7 jenis pondasi yang cocok untuk pembangunan rumah minimalis, baik rumah dengan skala besar maupun skala kecil. Setelah mengenal semua jenisnya Anda bisa menyesuaikan dengan desain hunian.
1. Pondasi Batu Kali
Jadi, jenis pondasi yang paling banyak digunakan, pondasi batu kali memang terkenal akan kekuatannya. Material batu kali dengan porsi yang bisa menyerap cairan semen, ampuh membuat bangunan lebih kokoh.
Pengerjaannya yang memakan waktu tidak serta merta membawa kekecewaan pada pemilik rumah. Terlebih rumah yang sedang dibangun merupakan rumah dengan konsep minimalis, yang menuntut kedetailan dari setiap proses pembuatannya.
2. Pondasi Rumah Tapak (Pondasi Dangkal)
Selanjutnya ada pondasi dengan nilai kedalaman yang tidak terlalu signifikan. Pondasi rumah tapak atau pondasi dangkal ini memanfaatkan konstruksi lebar dari setiap pondasi yang dibuat. Pemasangan kolom yang menyatu dengan pondasi dinilai sangat penting.
Walaupun dangkal, ketahanan dari jenis pondasi ini dapat diadu. Pondasi dangkal ini banyak digunakan pada lahan dengan tanah yang cukup padat dan susah untuk digali. Penyesuaian ini banyak dilakukan oleh ahli bangunan di Indonesia.
3. Pondasi Plat Beton
Tidak kalah jarang digunakan dari pondasi rumah minimalis dengan material batu, pondasi plat beton selalu jadi solusi bagi pihak mebangun yang tidak ingin ribet untuk meletakan baru besar satu per satu.
Pada umumnya pondasi ini dicetak begitu saja mengikuti alur yang ada. Selanjutnya dibiarkan mengering dan disambung dengan pengaplikasian sloof pada bagian atasnya. Barulah proses pembangunan dinding dapat dilakukan.
4. Pondasi Rumah Tikar
Ingin pondasi rumah yang bagus dan terjamin kekuatannya? Anda bisa menggunakan pondasi rumah tikar, sekalipun konsep bangunan yang digunakan yakni konsep rumah minimalis. Rumah minimalis tidak berarti selalu kecil.
Bagi Anda pihak pembangun dengan lahan garapan yang cukup luas, terlebih dengan desain minimalis yang lumayan luas, bisa menggunakan pondasi jenis ini. Namun perlu diingat, pengaplikasian pondasi ini harus dilakukan oleh ahlinya.
5. Pondasi Bor Pile
Sesuai namanya pondasi ini lebih mirip bor beton yang dikepang. Pondasi bor pile memang banyak digunakan dalam proses pembangunanbangunan besar. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk Anda menggunakan pondasi ini pada konsep hunian minimalis.
Hanya saja pondasi yang digunakan disesuaikan dengan bentuk dan ukuran rumah. Bila ukuran rumah tidak terlalu besar, maka bentuk pondasi bisa menyesuaikan dengan cara diperkecil. Untuk aplikasi penanaman pondasi dilakukan dengan metode yang sama.
6. Pondasi Rumah Gantung
Anda yang berminat membangun konsep hunian minimalis dengan paduan konsep tradisional bisa menggunakan pondasi rumah gantung. Dikenal juga dengan pondasi rumah panggung jenis ini memiliki keunikan tersendiri.
Pondasi yang menyembul ke atas dan dibiarkan terlihat justru menambah kesan estetik. Karenanya, banyak yang menggunakan jenis pondasi ini untuk menonjolkan kesan artistik dari suatu bagunan. Anda yang menyukai unsur tradisional dapat mengadaptasi jenis pondasi ini.
7. Pondasi Piers
Pondasi jenis terakhir yang cocok digunakan dalam konsep pembangunan rumah minimalis yakni pondasi piers. Pondasi ini menekankan pada bentuk yang menyerupai ujung ajar. Pangkal atas yang berbentuk unik berfungsi untuk menahan beban atas.
Sementara pangkal bawah yang menyerupai akar tersusun mencegah pergerakan tanah, bahkan pergerakan bangunan karena aktivitas tektonik. Pondasi ini memang masih jarang digunakan dalam sistem pembangunan di Indonesia. Namun, mungkin saja Anda jadi salah satu pencetusnya.
Tidak kalah penting dari pemilihan jenis pondasi, Anda juga harus menyiapkan budget yang cukup untuk membeli material pondasi yang akan digunakan. Karenanya, disarankan untuk melakukan survey harga sembari melakukan survey jenis pondasi mana yang akan dipilih.





Post a Comment